Jumat, 22 Februari 2013
Kamis, 21 Februari 2013
Rabu, 20 Februari 2013
Laporan CAE , semoga berguna
BAB
I
PENDAHULUAN
Pro/engineering
wildfire dibuat untuk mempermudah pembuatan gambar teknik dengan BoM ( Bill of Material ), optimasi design, gerakan pada simulasi assembly, simulasi analisa struktur thermal dan manufakturnya. Software ini merupakan software yang di buat oleh (parametric Technology corporation).
Dengan adanya software pro engineering ini saya dapat mempelajari dan mengetahui
bagaimana cara membuat suatu benda tiga dimensi dengan berbagai cara, dengan tool yang ada pada pro engineering yaitu:
1.
Extrude
2.
Sketch
3.
Mechanica
4.
Matrial
assignment
5.
constraint
6.
beam
7.
force
8.
analysis
and design studies
Tool-tool di atas akan di perjelas
di dalam Bab Teori.
1.1. Latar Belakang
Pro/Engineering, PTC
dari parametric, terpadu 3D CAD / CAM / CAE solusi, digunakan oleh
produsen untuk discrete mechanical engineering, desain dan produksi.
Dibuat oleh Dr Samuel P. Geisberg di pertengahan tahun 1980-an, Pro/Engineering
adalah industri pertama parametric, 3D CAD
pemodelan sistem. parametric modeling
menggunakan pendekatan parameter, dimensi, dan memiliki hubungan yang ditujukan
untuk menangkap perilaku produk dan membuat resep yang memungkinkan otomatisasi
dan desain optimasi desain dan proses pengembangan produk. Ini kuat dan kaya
pendekatan desain yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang produk
strategi adalah keluarga atau berbasis platform-driven,
di mana desain menentukan strategi sangat penting untuk keberhasilan proses
desain teknik embedding kendala dan
hubungan dengan cepat mengoptimalkan desain, atau di mana geometri yang
dihasilkan mungkin kompleks atau berdasarkan equations. Pro/Engineering menyediakan lengkap desain,
analisis dan kemampuan manufaktur pada satu, integral, scalable platform.
Kemampuan
ini, termasuk Solid Model, Surfacing,
Rendering, Data interoperabilitas, dialihkan Desain Sistem, Simulasi,
Analisis Toleransi, dan hiasan yang dibuat dengan alat NC dan Desain. Beberapa
perusahaan di aerospace dan pertahanan, otomotif, teknologi tinggi dan
elektronik, peralatan industri, alat medis, dan industri lain menggunakan
Pro/engineering lengkap untuk membuat 3D digital model produk
mereka. Pro/ engineering keluaran
terdiri dari 2D dan 3D solid model data yang juga dapat digunakan di hilir terbatas elemen analisis,prototyping cepat, hiasan yg dibuat dgn alat desain dan CNC manufaktur. Semua data
dan asosiatif yg dpt antara CAD, CAM
dan CAE modul tanpa konversi. Semua data dan asosiatif yg dpt antara CAD, CAM dan CAE modul
tanpa konversi. Sebuah produk dan seluruh Bill of Material (BoM) dapat model akurat asosiatif dengan penuh rekayasa gambar,dan informasi kontrol revisi. Kemampuan ini memungkinkan
yg berbarengan teknik - desain, analisis dan insinyur yang bekerja di
manufaktur paralel - streamlines pengembangan produk dan proses
Pro/Engineering
adalah bagian integral dari pembangunan yang lebih luas produk sistem yang dikembangkan
oleh PTC.
1.2 Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Membahas
tentang latar belakang dan sistematika penulisan
BAB II
Landasan teori
Menguraikan
tentang teori dari pro engineering dan analisis
BAB III
Analisis latihan-latihan
Membahas
tentang latihan-latihan pro engineering
BAB IV Ujian
tengah semester
Membahas t
BAB
II
LANDASAN
TEORI
Sebelum
kita menggunakan software pro/engineering
langkah pertamanya adalah menginstal software
terdahulu. Sesudah di install atu
sudah ada softwarenya buka softwarenya yaitu dengan klik dua kali
pada layer dekstop cari icon prowildfire,
tunggu sebentar, kalau sudah kebuka tampilan software pro/engineering maka disana akan ada navigator, dashboard ,interface tollbars. Pada navigator ada yang
namanya Model Tree, Folder Browser,
Favorites. Masing- masing mempunyai arti yaitu :
·
Model
Tree : Menampilkan komponen-komponen dan
fitur.
·
Folder
Browser :
Menampilkan model geometri.
·
Favorites : Tempat penyimpanan yang di sukai
termasuk
pada halaman web atau hardisk.
Pada
dashboard salah satunya yaitu ada
namanya icon select section yaitu
untuk menentukan pandangan , datum plane,axis tools dan koordinat. Pada interface toolbars yang berisi yaitu extrude, revolve, datum plane, chamfer
dan masih banyak lagi yang ada pada
interface toolbars tersebut. Kemudian di program pro engineering ini, Orienting Design Models. Orienting Design Models ada tiga bagian
yaitu:
·
Spin : Untuk
memutar objek caranya dengan tekan
dan tahan
mouse bagian tengah.
·
Pan : Memindahkan objek caranya
dengan tekan
tombol shift
pada keyboard dan tekan
mouse
pada bagian tengah.
·
Zoom : Memperbesar / memperkecil obyek
caranya
dengan tekan dan tombol Ctrl pada keyboard dan mouse bagian tengah kemuadian gerakan ke atas ke bawah.
·
View
Mode : Menentukan
pandangan obyek (Anchored)
- Delayed : Gerakan obyek tertahan.
- Velocity : Obyek bergerak dengan kecepatan tertentu.
Bagaimana
cara mengatur supaya file kita tidak berantakan sesudah benda kerja di save
yaitu :
·
Buatlah folder khusus dengan nama
sendiri
Contoh : CAE_1
BUDIMAN HADI_4311210012
·
Buka file kemudian klik kanan pada folder, pilih set working directory.
·
Kemudian ok.
Kemudian
buat file baru dengan cara :
·
Buka menu file
·
Klik new
·
Sesudah itu pilih kotak pada bagian part atau berikan tanda
ceklis pada bagian part.
·
Ketik nama pada file dan benda kerja yang akan kita buat nanti.
·
Jangan lupa tanda ceklis yang di beri
nama use default templets itu tanda
ceklisnya hilangkan.
·
Kemudian ok.
·
Pilih ukuran akan dibuat kita pakai saja
yang mmlbs_solid
·
Kemudian ok.
2.1 Extrude tools
Buat benda kerja dengan menggunakan extrude
tools dengan cara
·
Klik lambang icon extrude pada dashboard.
·
Kemudian klik create section atau kita pilih sectionnya.
·
Pilih pandangan-pandangannya kalau saya
selalu pakai pandangan depan yaitu front.
·
Klik pandangan front, lalu klik sketch.
·
Pilih reference di sana ada dua sumbu yaitu sumbu (x,y) klik kedua sumbu
tersebut kemudian close.
·
Sketch
atau gambar sebuah kotak dengan menggunakan menu line,buat seperti kotak biasa
dengan ukuran yang sama.
·
Kemudian continue untuk melihat hasil gambar.
·
Terbentuklah balok kalau kita ingin
membuat kubus kita tentukan terlebih dahulu dengan menentukan panjang benda
tersebut.misalnya panjangnya 50 mm.
·
Kemudian klik ok atu klik tanda ceklis (√)
untuk mengakhiri gambar tersebut.
2.2 Sketch
Membuat benda kerja dengan menggunakan
sketch sama caranya dengan extrude yaitu :
·
Klik lambang icon Sketch pada dashboard.
·
Kemudian klik create section atau kita pilih sectionnya.
·
Pilih pandangan-pandangannya kalau saya
selalu pakai pandangan depan yaitu front.
·
Klik pandangan front, lalu klik sketch.
·
Pilih
reference di sana ada dua sumbu yaitu sumbu (x,y) klik kedua sumbu tersebut.
·
kemudian close.
·
Sketch
atau gambar garis-garis dan beri ukuran sesuai kebutuhan.
·
Kemudian continue untuk melihat hasil gambar, terbentuklah seperti bola. Kemudian ok untuk mengakhirinya.
Jadi
fungsinya extrude tools dan sketch itu berbeda, yaitu :
·
Extrude
: Merupakan metode untuk membuat objek solid atau
permukaaan
dan untuk menambah dan membuang material.
·
Sketch
: Merupakan metode untuk mendesain benda
berupa garis-
garis yang telah diberi ukuran.
2.3 Mechanica
![]() |
Mechanica berfungsi untuk menghitung tegangan, regangan dan nilai lain untuk masing-masing idealisasi atau elemen, jenis-jenis idealisasi antara lain beam,shell,solid,massa dan pegas. Untuk mengatifkan mechanica dengan cara sebagai berikut :
·
Klik menu applycations > mechanica
Gambar 2.3.1 Mechanica
·
Kemudian akan muncul tabel dibawah ini.

Gambar 2.3.2 Unit
Info
·
Klik countinue
2.4 Material assignment
Membuat benda kerja dengan
menggunakan menu material assignment berfungsi
untuk mentukan jenis material benda. Untuk mengaktifkan material assignment dengan cara sebagai berikut :
·
![]() |
Klik icon material assignment.
Gambar 2.4.1 Materialassignment
·
![]() |
Kemudian akan muncul tabel dibawah ini
Gambar 2.4.2 Tabel material assignment
·
Kemudian klik more pada kolom material
dan pilih jenis material.
·
Klik ok.
2.5 Constraint
Menu
constraint berfungsi sebagai
penyangga atau tumpuan benda, untuk mengatifkan constraint dengan cara sebagai berikut :
·
Klik icon
displacement constraint.
![]() |
Gambar 2.5.1 Displacement
constraint
·
Kemudian akan muncul tabel dibawah ini

Gambar 2.5.2 Tabel Constraint
·
Pada kolom references terdapat beberapa jenis tumpuan, seperti surface
untuk penyangga permukaan, edge/curve
untuk penyangga tepi/kurva dan point
untuk tumpuan disatu titik.
·
Kemudian pilih permukaan, tepi atau
titik penyangga berada.
·
Klik ok.
2.6 Beam
![]() |
Beam berfungsi untuk memberi jenis material benda, serta membuat penampang pada benda. Untuk mengatifkan beam dengan cara sebagai berikut :
·
Klik icon
beam.
Gambar 2.6.1 Beam
·
![]() |
Kemudian akan muncul tabel beam definition.
Gambar 2.6.2 Tabel beam definition
·
Pilih More... pada material untuk memilih jenis material.
·
Pilih More... pada beam section,
new kemudian pilih jenis penampang
dan masukkan ukurannya.
·
Pilih references untuk jenis penempatan penampang.
·
Pilih bagian mana yang akan dijadikan
penampang.
·
Klik ok.
2.7 Force
Force digunakan untuk membuat gaya dan
momen pada benda,Untuk mengatifkan beam
dengan cara sebagai berikut :
·
![]() |
Klik icon force/momentload.
Gambar 2.7.1 force/moment
load
·
![]() |
Kemudian akan muncul tabel force/moment load.
Gambar
2.7.2 Tabel force/moment load
·
Masukkan ukuran pada x,y,z sesuai
kebutuhan gaya atau momen.
·
Pilih references untuk penempatan gaya.
·
Klik ok.
2.8 Analysis and Design Studies
Analysis and design studies berfungsi
untuk menganalisa benda yang telah dibuat mechanicanya.
Untuk mengatifkan beam dengan cara
sebagai berikut :
·
![]() |
Pilih menu>Analysis>Mechanica Analysis/Studies.
Gambar 2.8.1 Mechanica
Analysis/Studies
·
![]() |
Kemudian akan muncul tabel dibawah ini:
Gambar
2.8.2 Tabel Analysis and design studies
·
Pilih file > new static > ok.
·
Klik bendera hijau untuk menganalisa
apakah terdapat kesalahan atau sudah complete.
·
Preview
result > display op
![]() |
tion > ceklis animate > ok and show
Gambar 2.8.3 Result
window definition
BAB
III
ANALISA
LATIHAN-LATIHAN
Pada
bab ini terdapat penjelasan-penjelasan mengenai latihan-latihan yang pernah
dibuat/dikerjakan oleh penulis. Pada Bab ini penulis akan menjelaskan latihan
yang pernah dibuat seperti MODUL 1, MODUL 2.
3.1
Analisa Latihan MODUL 1 (Membuat
Bracket)
Pada sub-bab ini penulis akan menjelaskan
langkah-langkah pembuatan braket.
Berikut langkah-langkahnya:
Langkah
1. Buka program pro/engineering, pilih
set working directory
1. Create a new object
2. Pilih
type = part, sub type = solid
3. Isi
pada name = latihan_Braket
4. Tanda
centrang pada use default template
dihapus
5. Ok
6. Pilih
mmns_part_solid
7. Ok
8.
Pilih
extrude, klik kanan dekat gambar, define internal sketch, kemudian pilih front
Langkah 2. Membuat extrude prostution sebagai fitur dasar
1.
Klik Insert >Extrude
2.
Klik Create a Section pada dashboard untuk
membuat skets
3. Pilih bidang Datum FRONT sebagai bidang skets dan bidang datum TOP sebagai bidang referensi atas. Klik Sketch
4.
Biarkan
references default
5.
![]() |
Buat sketch, seperti gambar berikut:
Gambar 3.1.3 Gambar sketch bracket
6.
Ketika
selesai skets, ketik 2,5 untuk kedalaman extrution.
Langkah 3. Tambahkan lengkungan
1.
Klik Insert>Round…. Pilih tepi gambar. Tekan CTRL + klik kiri untuk menambah tepi
yang kedua. Edit jari-jari menjadi 5.
2.
Ulangi
prosedur sebelumnya untuk membuat lengkungan lain pada kedua tepi luar seperti
gambar dengan jari-jari 5.
Langkah 4. Buat dan beri dimensi pada 2 lubang
1.
Tambahkan
lubang pada permukaan depan braket
Klik Insert>Hole
2.
Pilih
permukaan yang besar sebagai referensi utama.
3.
Klik
kanan dan pilih Secondary Reference
Collector.
4.
Pilih
bidang datum kanan dan edit jaraknya pada 12.5
5.
Tekan CTRL + Klik kiri untuk menambah bidang
datum atas. Edit jaraknya menjadi 0.0.
6.
Edit
diameter lubang menjadi 12.5.
7.
Atur
kedalaman lubang sehingga menembus kedua permukaan seperti gambar.

Gambar 3.1.4 Cara memberi dimensi pada lubang
Langkah 5. Buat lubang kedua sebagai sebuah patternidentic
1.
Dengan
lubang terpilih, klik kanan dan pilih pattern…
2.
Pilih
dimensi 0.0 sebagai pattern untuk
arah pertama.
3.
Edit
inkremen dimensi pada 30.
4.
Ketik 2
untuk jumlahnya.
5.
Selesaikan.
6.
Simpan
model.
![]() |
Gambar
3.1.5 Cara menganalisis
Langkah untuk menganalisis seperti pada gambar :
1.
Aktifkan
Mechanica Strucure dengan
mengklik Application > Mechanica > Ok.
2.
Konfirmasi
system satuan anda dan klik continue.
3.
Klik Materials > STEEL > Ok.
4.
Klik Material Asigment > Ok.
5.
Buat konstrain tepi dengan mengklik Constraints > New > Edge/Curve.
6.
Buat Constraints Set baru dengan nama las.
Pilih tepi atas depan dengan klik kiri dan tekan CTRL + klik tepi bawah depan dan klik kiri, lalu Ok.
7.
Buat
beban bearing dengan klik Loads > New > Bearing.
8.
Beri
nama Load set dengan beban_bearing.
1.
Pilih
tepi bawah depan dari lubang atas sebagai lubang bearing.
2.
Biarkan
pilihan default gaya Component. Edit
komponen X pada 889 dan Y pada -44.5 dan Z pada 0.lalu Ok,dan hasilnya akhir
nya ialah seperti gambar diatas.
![]() |
Gambar 3.1.6 Animate
dan graphic
Langkah untuk membuat
animate dan graphic seperti pada gambar :
1. Klik
review results of a design study.
2. Klik
display options.
3. Klik animate.
4. Klik
ok and show.
5. Klik Mechanica result.
6. Ubah fringe menjadi graph.
7. Pilihgambarkursor.
8. Tentukanbagianmanayangakandihitungmenjadigrafik.
9. Klik
ok.
10. Akan
muncul grafik seperti gambar diatas.
3.3 Analisa Latihan MODUL 2
MODUL 2
Menyederhanakan Rancangan Dengan Menggunakan
Idealisasi
Pendahuluan:
Idealisasi adalah pendekatan matematika pada geometri model Mechanica menggunakan idealisasi untuk
mensimulasikan perilaku rancangan. Mechanica
menghitung tegangan, regangan dan nilai lain untuk masing-masing idealisasi
atau elemen.Kita dapat memilih dari
beberapa jenis idealisasi yang berbeda untuk menyederhanakan rancangan saat
menjalankan analisa.
Jenis-jenis model :
v 3-D : digunakan jika ada entiti model (geometri, sifat, konstrain atau beban) terletak diluar bidang XY.
v Tegangan Bidang (2-D) : digunakan jika semua
entiti moel terletak pada bidang XY dan arah Z tipis.
v Regangan Bidang (2-D) : digunakan ketika
regangan arah Z diabaikan dan kedalaman arah Z tebal.
v 2-D Axisymmetic
: digunakan jika semua entiti terletak simetri terhadap sumbu putar yang sama.
Jenis-jenis Idealisasi :
1.
Beam
2.
Shell
3.
Solid
4.
Massa dan Pegas
Menggunakan elemen shelljika :
v Ketebalan shell
konstran
v Distribusi tegangan linear melalui ketebalan
(t)
v Rasio panjang dan ketebalan 10 < 1/t <
1000
v Jari-jari kurvatu shell (r) r > (2/3) t
Menggunakan elemen beam :
v Penampang beam
konstrain
v Penampang beam
simetri, kecuali beam “L’’
v Rasio panjang dan peampang harus > = 10 :
1
v Hasil yang ada adalah tegangan aksial, bending,
torsi dan total
v Harus datar (tidak ada pilin)
Latihan 1. Menerapkan massa, pegas dan
idealisasi beam
Langkah 1. Membuat struktur Truss
1.
Set direktori kerja
ke d:\data\mechanica\.
2.
Buat
part baru dengan nama truss. Biarkan Use Default Template
3.
Matikan
Spin Center dan bell jika perlu
4.
Ubah
satuan dari default Pro/Engineering
Wildfire ke mmNs
5. Pilih Edit
> Setup > Unit
6.
Buat
sketsa kurva datum seperti gambar. Pilih FRONT
sebagai bidang skets dan TOP sebagai
referensi TOP.
Langkah 2. Membuat Beam
1. Aktifkan mode Mechanica Structure
2.
Tambahkan
Beam baru dengan nama hollow-tube.
Dari menu Mechanica Structure
pilih Idealization > Beams > New
3.
Untuk references, pilih Edge/Curve dan pilih semua kurva pada semua model
4.
Untuk
material, pilih More dan tetapkan STEEL pada model
5.
Untuk
arah Y, pilih vector dalam WCS dan ketik 0,0,1 masing-masing untuk arah x, y
dan z.
6.
Untuk Section, klik More untuk menambahkan sebuah penampang
Klik New untuk menambahkan
penampang beam dengan nama hollow_circle.
7.
Set jenis
penampang pada Holow Circle dengan
jari-jari luar 12.5 dan jari-jari dalam 8.75
8.
Ketika
selesai, tampilkan ikon sepanjang
masing-masing beam seperti gambar
berikut:

Gambar 3.3.2 Membuat beam
Langkah 3. Memasang sebuah massa
pada ujung truss dan memodelkan
pendukung fleksibel( pegas ) dipasang
ditengah truss dan dasar.
1.
Pindah
ke pandangan depan dan buat titik datum PNT0
Dengan memilih Features > Datum
Point > Circle
2.
Buat
titik datum lain PNT1 seperti pada gambar.
3.
Buat
sebuah massa pada PNT0
Plih Idealization > Mass >
New
4.
Ambil
PNT0 sebagai referensi dan tipe Simple.
Ketik 100 sebagai property massa.
Ikon massa akan tampil.
5.
Buat
pegas antara PNT1 dan dasar.
Pilih Idealizaion > Spring >
New
6.
Pilih To Ground sebagai tipe dan PNT1 sebagain
referensi untuk properti pegas ketik More
dan New dan ketik 10, 1000, 10
untuk Kxx, Kyy, Kzz dan biarkan default lainnya.
Langkah 4. Sembunyikan tampilan ikon Idealization
1.
Kita
dapat menyembunyikan ikon Idealization dan
tampilan simulasi.
Pilih View > Simulation
Display dan klik tab Modeling Entities
2.
Sembunyikan
penampang beam, massa dan pegas. Mdel sekarang siap diberi beban
dan mendifinisikan analisa.
3.
Simpan
model
4.
Tutup window
3.4 Analisa Shell
Pada
sub-bab ini penulis akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan Pipa Mechanica. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1. Membuat struktur Truss
1.
Set direktori kerja
ke d:\data\mechanica\.
2.
Buat part baru dengan nama shell1. Biarkan Use Default Template
3.
Ubah
satuan dari default Pro/Engineering
Wildfire ke mmNs
4.
Buat protusisolid untuk menggambar pipa
pertama. Pilih bidang datumTOP untuk
bidang skets dan bidang datum RIGHT
sebagai referensi orientasi right.
5.
Skets
lingkaran dengan diameter 250mm. Ekstrude
dengan benddepth untuk kedalaman
750mm.
6.
Arahkan
pada Standard Orientation.
7.
Ulangi
prosedur diatas untuk membuat solid prostution
kedua untuk menggambar pipa kedua. Gunakan FRONT
sebagai bidang skets dan gunakan RIGHT
sebagai referensi RIGHT.
8.
Skets
lingkaran dengan diameter 200mm. Ekstrude
kedua sisi secara simetri dengan kedalaman 750mm.
9.
Orientasi
pada Standard.
10. Gunakan Shell
Tool, buat shell pada pipa dengan
ketebalan 6,25. Pilih keempat permukaan ujung untuk dibuang.
Langkah 2. Buat Mid-surface dari model shell.
1.
Aktifkan
mode Mechanica Structure.
2.
Matikan
bidang datum, sumbu-sumbu dan sistem
koordinat.
3.
Buat shell secara otomatis dengan memilih Idelization>Shells>Mid Surfaces>Auto Detect
4.
Uji
dengan mengkomptesi model dan View
model shell
Langkah 3. Tetapkan material Steel pada pipa.prt
Langkah 4. Buat dan view elemen dengan menggunakan AUTOGEM.
1.
Ubah
pandangan model pada Standard.
2.
Atur setting tampilan elemen dari menudisplay Pilih View>Simulation Display
dan pilih tabMesh Set Shrink semua
elemen pada 20%
3.
Dari Mechanica, buat elemen dengan Auto Gem Pilih Model >Auto Gem>Settings
4.
Pastikan
bahwa settingUsePairs diaktifkan. Setting tersebut memerintahkan
didifinisikan. Jika ingin mengganti model menjadi solid, setting tersebut
dapat dimatikan dengan membersihkan chekbox.
5.
Pilih Create dan baca window ringkasan.
6.
Model
akan tampak seperti gambar.
7.
Simpan mesh.
8.
Simpan part
9.
Tutup window.

Gambar 3.4 Shell
3.5 Analisa Part
T
Pada
sub-bab ini penulis akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan Part
T. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1. Membuat part baru T.prt
1.
Buat
part baru dengan nama T.prt.
2.
Ubah
satuan ke mmNS.
3.
Buat
T.prt dengan menggunakan Thin Prostution.
Pilih bidang datum FRONT sebagai
bidang skets dan bidang datum RIGHT
sebagai referensi RIGHT.
4.
Skets T.part,
gunakan center line vertikal.
5.
Ekstrude kedalaman simetri 250.
6.
Ketik
ketebalan 25.
7.
Selesaikan
fitur tersebut.
Langkah 2. Buat prostution kedua T.prt
1.
Buat T.prt dengan menggunakan thin prostution. Pilih datum FRONT sebagai bidang skets dan
bidang datum RIGHT sebagai referensi RIGHT
2.
Skets
penampang
3.
Ekstrude kedalaman simetri 250.
4.
Ketik
kedalaman 25.
5.
Selesaikan
fitur tersebut dan simpan.
Langkah 3. Tentukan properti T.prt
1.
Aktifkan
mode Mechanica Structure.
2.
Tetapkan
material STEEL, pada partT.
Langkah 4. Buat dan View elemen dengan menggunakan Auto
Gem
1.
Orientasi
Standard.
2.
Atur setting tampilan elemen dari menu Display. Shrink semua elemen 20%.
3.
Dari menu Mechanica, buat elemen dengan AutoGem.
4.
Baca window ringkasan.
5.
Simpan mesh.
6.
Simpan
model.

Gambar 3.5 AnalysisPart
T
BAB
IV
UJIAN
TENGAH SEMESTER (UTS)
4.1
Ujian 1
Pada sub-bab ini penulis akan menjelaskan
langkah-langkah pembuatan Ujian
1. Berikut langkah-langkahnya:

Gambar 4.1.1 Gambar Ujian 1
11. Langkah
pertama buka program pro/engineering,pilih
set working directory
12. Create a new object
13. Pilih
Type = part, Sub type = solid
14. Isi
pada Name = Ujian 1
15. Tanda
centrang pada usedefault template
dihapus
16. Ok
17. Pilih
mmns_part_solid
18. Ok
19. Membuat
sketsa seperti gambar menggunakan line
dengan ukuran 100mm, dan 200mm.
20. Klik applications > mechanica > continue
> ok
21. Kemudian
masukan material, pilih icon meterials
assigment>more> steel> ok
22. Kemudian
beri constraint, klik icon constraint lalu references di ubah menjadi points,
pilih seperti gambar lalu ok
23. Beri
gaya atau force, klik icon force ubah
references menjadi points, pilih point yg akan diberi gaya, masukan besar
gaya yaitu F1=500kg, dan F2=300kg.
24. Klik
new beam> material > steel >
beam section > more > new > type > hollow_circle > R= 10 > R=
5 > ok >klik di garis lalu ok
25. Setelah
itu kita analisa, klik analysislalu
pilih mechanica analyses
26. Klik
file > new static analysis> ok
27. Klik
start run lalu yes
28. Klik
display study status>close
29. Klik
review results of a design study
30. Klik
display options
31. Klik animate
32. Klik
ok and show
BAB
V
UJIAN
AKHIR SEMESTER (UAS)
5.1
Ujian 1
Pada sub-bab ini penulis akan menjelaskan
langkah-langkah pembuatan Ujian
1. Berikut langkah-langkahnya:

Gambar 5.1.1 Gambar Ujian 1
1. Langkah
pertama buka program pro/engineering,pilih
set working directory
2. Create a new object
3. Pilih
Type = part, Sub type = solid
4. Isi
pada Name = Ujian 1
5. Tanda
centrang pada usedefault template
dihapus
6. Ok
7. Pilih
mmns_part_solid
8. Ok
9.
Membuat
sketsa seperti gambar menggunakan line
dengan ukuran 150mm,200mm, dan 100mm.

Gambar 5.1.2 sketsa gambar
10. Klik applications > mechanica > continue
> ok
11.
Kemudian
masukan material, pilih icon meterials
assigment>more> steel> ok

Gambar 5.Gambar
5.1.3 cara memasukan material
12. Kemudian
beri constraint, klik icon constraint lalu references di ubah menjadi points,
pilih seperti gambar lalu ok
![]() |
Gambar 5.1.4
cara memilih point
13. Beri
gaya atau force, klik icon force ubah
references menjadi points, pilih point yg akan diberi gaya, masukan besar
gaya yaitu F1=250kg, dan F2=150kg.
![]() |
Gambar 5.1.5
cara memberi gaya
14. Klik
new beam> material > steel >
beam section > more > new > type > hollow_rect> d=
8mm,di=4mm,b=12mm,bi=8mm> ok >klik di garis lalu ok

Gambar 5.1.6 cara memberi beam
15. Setelah
itu kita analisa, klik analysislalu
pilih mechanica analyses
16. Klik
file > new static analysis> ok
17. Klik
start run lalu yes
18. Klik
display study status>close
19. Klik
review results of a design study
20. Klik
display options
21. Klik animate
22. Klik
ok and show
5.2
Ujian 2
Pada sub-bab ini penulis akan menjelaskan
langkah-langkah pembuatan Ujian
2. Berikut langkah-langkahnya:

Gambar 5.2.1 Gambar Ujian 2
1. Langkah
pertama buka program pro/engineering,pilih
set working directory
2. Create a new object
3. Pilih
Type = part, Sub type = solid
4. Isi
pada Name = Ujian 2
5. Tanda
centrang pada usedefault template
dihapus
6. Ok
7. Pilih
mmns_part_solid
8. Ok
9. Membuat
sketsa seperti gambar dengan ukuran tinggi 20mm dan lebar 15mm

Gambar 5.2.2 Gambar sketsa 1
10. Pilih
extrude
11. Kemudian
kita sketsa lagi tampak depannya pilih front
lalu sketch dengan ukuran tinggi 20mm
dan lebar 15mm
12. Lalu
extrudekemudian ubah ukuran menjadi
30mm.

Gambar 5.2.3 Gambarsketsa 2
13. Klik applications
> mechanica > continue > ok
14.
Kemudian
masukan material, pilih icon meterials
> steel

Gambar 5.2.4 cara memasukan material
15. Kemudian
pilih material assignment> more >
steel
16. Ok
17. Kemudian
beri constraint, klik icon constraint lalu references di ubah menjadi surfaces,
pilih seperti gambar lalu ok

Gambar 5.2.5 cara memberi constraint
18. Beri
gaya atau force, klik icon force ubah
references menjadi surfaces, pilih surfaces yg akan diberi gaya, masukan besar gaya sesuai perintah
soal yaitu F=160kg

Gambar 5.2.6 cara memberi gaya
19. Setelah
itu kita analisa, klik analysislalu
pilih mechanica analyses
20. Klik
file > new static analysis> ok
21. Klik
start run lalu yes
22. Klik
display study status>close
23. Klik
review results of a design study
24. Klik
display options
25. Klik animate
26. Klik
ok and show
BAB
VI
KESIMPULAN
Setelah saya menyelesaikan praktikum CAE
saya dapat menganalisis suatu benda yang akan dibuat secara akurat dengan
aplikasi yang terdapat di CAE, dengan
menggunakan CAE dapat meminimalisir kerugian ketika akan membuat suatu benda.
Beberapa fungsi aplikasi yang saya pelajari antaralain : beam, force, Material
assignment dan lain-lain. Serta saya bisa melihat perhitungan dari massa yang
telah diberi beban dan dapat dilihat juga secara grafik.
Dengan begitu penulis berharap dengan
selesainya laporan lengkap CAE ini,
dapat bermanfaat bagi penulis dan juga pada pembaca, mohon maaf atas kesalahan
kata/tulisan, maupun kesalahan-kesalahan yang tidak penulis sengaja.
DAFTAR
PUSTAKA
·
DARI BUKU :
1. Fakultas
Teknik Mesin Univ. Pancasila 2005 : Panduan Praktik Simulasi Mekanika Kekuatan
Material. Jakarta.
·
DARI
INTERNET:
Langganan:
Postingan (Atom)